28 August 2018

CTRA Siapkan Lima Proyek Terbaru



Ciputra Group melalui PT Ciputra Development Tbk, berencana melansir lima proyek baru pada akhir 2018. Kelima proyek tersebut adalah, CitraLand City Jakarta di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Mereka berkolaborasi dengan Gama Land Group mengembangkan apartemen 17 menara di atas lahan seluas 14 hektar.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Ciputra Development Tulus Santoso menuturkan, CitraLand City Jakarta diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah bawah. “Karena kelas ini masih bertahan, kendati kondisi ekonomi masih lesu akibat Rupiah yang belum terkendali. Pasar menengah bawah masih baguslah,” kata Tulus menjawab Kompas.com, Jumat (24/8/2018).

Tulus mengungkapkan, harga apartemen CitraLand City Jakarta ini sekitar Rp 400 jutaan, dengan ekspektasi penjualan sekitar Rp 400 miliar. Selanjutnya CitraLand Bagya City Medan Tahap II, di Medan. Di proyek ini, Ciputra Development juga menggandeng Gama Land Group. Proyek ketiga berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur. Meski akan dilansir kuartal IV 2018, namun proyek apartemen menengah ke bawah dengan patokan harga mulai dari Rp 400 juta untuk tipe studio 25 meter persegi ini belum bernama.

“Sama dengan di Pulo Gadung, proyek ini kami incar dapat memberikan kontribusi penjualan Rp 400 miliar,” kata Tulus. Sedangkan proyek keempat di kawasan Sentul, Bogor, bertajuk Citra Sirkuit Residence Sentul di lahan seluas 100 hektar. Ciputra menggandeng keluarga Cendana untuk mengembangkan proyek yang dirancang sebagai kota mandiri. Di dalamnya mencakup rumah tapak (landed houses), apartemen, dan pusat komersial. Menurut Tulus, harga hunian di Citra Sirkuit Residence ini mulai dari Rp 800 jutaan.

Proyek terakhir adalah Newton 2 di area pengembangan Ciputra World 2 Jakarta. Direktur Ciputra Development Artadinata Djangkar mengatakan, Newton 2 akan dirilis pada kuartal IV-2018.

“Harganya lebih tinggi ketimbang Newton I, yakni sekitar Rp 1 miliaran untuk unit termurah,” ucap Arta. Dengan dilansirnya kelima proyek tersebut, Ciputra Development optimistis target penjualan (marketing sales) Rp 7,7 triliun tahun ini dapat tercapai. Meskipun realisasi hingga Juni baru mencapai Rp 3,3 triliun. Tulus mengakui kondisi saat ini memang berat, semua serba tidak pasti, menyusul Rupiah yang belum terkendali.

“Meski suku bunga dinaikkan, tapi Rupiah terus merosot, Rp 14.600 per satu dollar AS, ini sudah di luar batas toleransi. Tapi, mudah-mudahan, hingga akhir tahun kami bisa mencetak penjualan positif. Selepas Agustus, kami berharap keadaan akan makin membaik,” ucap dia.

(Teks dikutip dari www.kompas.com, foto ilustrasi oleh tim CTRA)

Bagikan ke :

Other news