PT Ciputra Development Tbk (“Perseroan”) menunjukkan kinerja yang solid meskipun di tengah tantangan pandemi COVID-19 dengan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun di 2020, naik 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini setara dengan laba bersih per lembar saham sebesar Rp71.
Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi Rp8,1 triliun di tahun 2020, naik 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Manajemen merasa senang dengan kinerja Perseroan karena bisnis inti Perseroan, yaitu segmen pengembangan properti yang menyumbang 82% dari total pendapatan, mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang kuat sebesar 16% menjadi Rp6,6 triliun dan mampu menutup kelemahan dari segmen pendapatan berulang yang turun 24% menjadi Rp1,5 triliun.
Di segmen pengembangan properti, produk hunian tapak, meliputi penjualan rumah, ruko, dan tanah kaveling, membukukan pertumbuhan pendapatan 20% menjadi Rp5,1 triliun seiring dengan serah terima unit yang berasal dari penjualan selama beberapa tahun terakhir. CitraLand Surabaya berhasil mencatatkan serah terima yang signifikan di tahun 2020 senilai Rp1,4 triliun, dimana Rp995 miliar di antaranya berasal dari serah terima unit yang diluncurkan pada kuartal keempat tahun 2017 dengan periode serah terima 36 bulan, sedangkan Citra Maja Raya menyumbang Rp546 miliar. Pendapatan dari apartemen meningkat 24% dibandingkan tahun lalu disebabkan oleh selesainya konstruksi dan serah terima unit-unit apartemen Denver di CitraLand Surabaya dan The Newton 1 di Ciputra World Jakarta 2 pada kuartal keempat tahun 2020.
Pada segmen pendapatan berulang, pusat perbelanjaan dan hotel turun sebesar 32% dan 59% dibandingkan tahun sebelumnya karena adanya keringanan sementara tarif sewa dan service charge di pusat perbelanjaan dan penurunan tingkat okupansi dan tarif kamar di seluruh portofolio hotel milik Perseroan. Rumah sakit tumbuh 35% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp455 miliar karena tambahan pendapatan dari layanan kesehatan terkait COVID-19 seperti perawatan dan tes. Sebanyak 30.000 PCR test dan 60.000 rapid test telah dilaksanakan di Ciputra Hospital pada tahun 2020. Sewa perkantoran mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 12% menjadi Rp206 miliar yang berasal dari kenaikan tingkat hunian di Tokopedia Tower.
Perseroan mencatat laba kotor di tahun 2020 sebesar Rp4,1 triliun, naik 9% dibandingkan tahun sebelumnya dengan marjin kotor sebesar 51% berbanding 50% di tahun 2019. Marjin kotor yang stabil ini disebabkan oleh pengakuan pendapatan dari produk-produk bermarjin tinggi pada segmen pengembangan properti yang menutup penurunan pada marjin pusat perbelanjaan dan hotel. Pendapatan dan laba kotor yang kuat juga diikuti dengan penurunan pada biaya operasi sebesar 7% menjadi Rp1,5 triliun yang sebagian besar berasal dari inisiatif penghematan biaya di bagian promosi dan iklan, sehingga menghasilkan kenaikan 21% pada laba operasi menjadi Rp2,6 triliun dari Rp2,2 triliun.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat laporan keuangan dan presentasi Perseroan.
Bagikan ke :